
Bahaya Rokok
Nikmatnya menghisap asap-asap yang keluar dari sebatang rokok dirasakan memberi efek santai dan sugesti bagi penikmatnya. Rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat lain yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, dan karbon monoksida. Didalam kenikmatan itu terdapat efek yang mematikan, bukan hanya untuk kesehatan tapi juga untuk keuangan.
Rilis yang baru saja keluar dari hasil survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menunjukkan bahwa banyak warga miskin yang cenderung menghabiskan uangnya untuk merokok ketimbang memenuhi kebutuhan susu dan pendidikan anak.
Hasil survei juga menyebutkan jika pemasukan sebuah keluarga miskin sekitar satu juta rupiah per bulan, maka biaya untuk rokok yang dikeluarkan sekitar Rp 120 ribu. Sedangkan biaya untuk membeli telur dan susu hanya 2,25 persen atau sekitar Rp 28 ribu. Biaya pendidikan untuk anak bahkan lebih kecil lagi, yakni sekitar satu persen atau hanya Rp 12 ribu per bulan.
Kondisi ini tentu ironis, ketika pemerintah menggalakkan penurunan angka kemiskinan disisi lain orang yang ingin dibantu menghabiskan pendapatannya untuk konsumsi rokok. Langkah antisipatif untuk mengurangi konsumsi rokok oleh MUI telah dikeluarkan, yaitu mengharamkan rokok. Kini saatnya para pemimpin bangsa di pemerintahan pemerintah segera meratifikasi kebijakan tembakau dunia. Termasuk menaikkan harga cukai, rokok, serta melarang iklan rokok. Butuh usaha yang keras melawan lobi-lobi mafia rokok karena akan menurunkan penghasilan mereka.